Ranah Auto – Saya menjajal iCar V23 setelah mobil ini diperkenalkan di IIMS 2026. Namun kali ini saya tidak menyetir sendiri. Sebaliknya, saya ikut sesi taxi ride di lintasan uji outdoor JIExpo Kemayoran. Menariknya, duduk sebagai penumpang justru membuat saya lebih fokus. Saya bisa menilai stabilitas bodi dan kenyamanan suspensi tanpa terdistraksi kemudi. Selain itu, saya juga bisa merasakan bagaimana mobil bereaksi saat diuji. Dari awal, iCar V23 terlihat percaya diri. Mobil ini seperti ingin bilang, “Saya bukan sekadar gaya.”
“Baca juga: XPeng The Next P7 Hadir sebagai Sedan Listrik Futuristis dengan Fast Charging dan V2L“
Lintasan Artikulasi: Saat Roda Menggantung, Mobil Tetap Stabil
iCar V23 langsung dibawa ke jalur artikulasi. Bentuknya undakan kanan-kiri yang tidak sejajar. Akibatnya, salah satu roda sempat menggantung. Di momen ini, saya menunggu drama. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Mobil tetap melaju dengan tenang. Selain itu, bodi memang bergoyang. Akan tetapi, goyangannya tidak kasar. Traction control bekerja halus. Rasanya seperti ada tangan tak terlihat yang menahan mobil agar tetap lurus. Karena itu, rintangan ini terasa lebih dari sekadar atraksi.
Manuver Sempit: Radar Centimeter yang Tidak Sekadar Pajangan
Setelah itu, iCar V23 diuji bermanuver di celah sempit. Ini seperti simulasi gang padat di kota. Di sinilah radar terasa berguna. Pengemudi bisa melihat tampilan visual di layar tengah. Bahkan, jarak ke objek sekitar muncul dalam hitungan sentimeter. Jadi, manuver terasa lebih aman. Selain itu, fitur ini terasa relevan untuk penggunaan harian. SUV boxy biasanya bikin orang was-was saat parkir. Namun iCar V23 memberi rasa percaya diri. Saya langsung membayangkan situasi parkir di mal saat akhir pekan.
Side Slope 40 Derajat: Mobil Miring, Tapi Rasa Aman Tetap Ada
Uji berikutnya adalah side slope. Mobil dibawa melintasi jalur miring hingga 40 derajat. Jujur saja, dari dalam kabin ini terasa menegangkan. Tubuh otomatis ikut miring. Namun, iCar V23 tidak memberi sensasi mau terguling. Sebaliknya, mobil terasa menempel pada lintasan. Selain itu, pengemudi terlihat santai. Hal ini membuat saya lebih tenang. Saya menduga pusat gravitasi yang rendah ikut membantu. Karena baterai berada di bawah, mobil terasa lebih stabil. Jadi, uji ini bukan hanya soal keberanian. Ini juga soal engineering.
Tanjakan Curam 38 Derajat: Bagian yang Paling Bikin Deg-degan
Bagian paling menarik adalah tanjakan curam. Tingginya sekitar 4 meter. Kemiringannya mencapai 38 derajat. Awalnya sesi ini sempat ditahan. Alasannya karena lintasan basah usai hujan. Selain itu, waktu juga sudah mendekati maghrib. Namun mobil yang saya tumpangi akhirnya dapat izin. Ketika menanjak, iCar V23 melakukannya dengan mudah. Tidak ada hentakan. Tidak ada slip. Bahkan terasa mulus. Saat turun pun sama. Mobil tidak seperti meluncur liar. Karena itu, saya merasa mobil ini benar-benar serius.
Angka Teknis: Approach, Departure, dan Ground Clearance yang Masuk Akal
Setelah melihat tanjakan, saya baru menghargai angka teknisnya. iCar V23 punya approach angle 43 derajat. Lalu departure angle 41 derajat. Selain itu, ground clearance-nya 210 mm. Angka ini penting. Approach angle membantu bumper depan tidak mentok saat naik. Sementara departure angle menjaga bagian belakang tetap aman saat turun. Lalu ground clearance tinggi membantu saat melewati jalan rusak. Ini terasa relevan untuk Indonesia. Karena jalan kita sering tidak konsisten. Jadi, spesifikasi ini bukan sekadar angka brosur. Ini modal nyata.
“Baca juga: Menguji Alva N3 untuk Harian: Motor Listrik Efisien di Rute Bogor–Jakarta“
Suspensi: Empuk, Tetapi Tidak Membuat Bodi “Lemah”
Yang saya perhatikan, suspensi iCar V23 terasa empuk. Namun mobil tidak terasa lembek. Saat melewati rintangan, bodi memang bergoyang. Akan tetapi, goyangannya masih terkendali. Selain itu, penumpang tetap nyaman. Kepala tidak terasa “terombang-ambing.” Ini penting. Banyak SUV yang terlihat tangguh, tetapi suspensinya keras. Akibatnya, penumpang cepat lelah. Namun iCar V23 terasa lebih seimbang. Mobil ini seperti sepatu boots yang tetap nyaman dipakai jalan jauh. Karena itu, saya melihat ada fokus pada pengalaman pengguna.
Dimensi: Medium SUV yang Lebih Lebar dan Lebih Tinggi
Secara ukuran, iCar V23 masuk kategori SUV medium. Panjangnya 4.220 mm. Lebarnya 1.915 mm. Tingginya 1.845 mm. Wheelbase-nya 2.735 mm. Menariknya, mobil ini lebih pendek dari Honda CR-V Gen 5. Namun, iCar V23 lebih lebar dan lebih tinggi. Karena itu, tampilannya terasa gagah. Dibanding Suzuki Jimny 5-door, iCar V23 jauh lebih besar. Meski begitu, karakter boxy-nya sama kuat. Selain itu, dimensi ini membuat kabin terasa berpotensi lega. Namun tetap, lebar mobil perlu dipikirkan untuk jalan sempit.
RWD vs iWD: Dua Pilihan, Dua Gaya Hidup yang Berbeda
iCar V23 menawarkan dua opsi penggerak. Pertama, RWD dengan satu motor. Tenaganya sekitar 100 kW atau 136 PS. Kedua, iWD dengan dua motor. Total outputnya 155 kW atau 211 PS. Mobil yang saya tumpangi adalah iWD. Dan itu terasa pas untuk lintasan uji. Selain itu, iWD memberi rasa aman ekstra. Terutama saat tanjakan atau permukaan licin. Namun RWD juga tetap menarik. Apalagi untuk pemakaian kota. Jadi, pilihan ini terasa realistis. Kamu tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan. Mau versi “harian”, atau versi “lebih siap tantangan”.
