Skip to content
ranahauto.com

Ranah Auto

Jalan Pintas Informasi Otomotif

Primary Menu
  • Home
  • News
  • Mobil
  • Motor
  • Events
  • Home
  • Mobil
  • Hongqi EHS7 Pamer Sunroof Tenaga Surya, Bisa Hasilkan Listrik Sendiri
  • Mobil

Hongqi EHS7 Pamer Sunroof Tenaga Surya, Bisa Hasilkan Listrik Sendiri

Delvin Manggala Posted on 2 months ago 5 minutes read
Hongqi EHS7 Pamer Sunroof Tenaga Surya, Bisa Hasilkan Listrik Sendiri

Ranah Auto – Hongqi EHS7 sunroof tenaga surya menjadi inovasi terbaru yang menunjukkan bagaimana mobil listrik masa depan dapat memproduksi sebagian energinya sendiri. Merek otomotif di bawah FAW Group tersebut memperkenalkan prototipe panoramic sunroof berteknologi photovoltaic atau PV perovskite. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan energi listrik hingga 400 kWh per tahun. Hongqi memasangnya untuk pertama kali pada SUV listrik EHS7, yang dikenal sebagai Tiangong 08 di pasar China. Ketika mendapatkan paparan sinar matahari yang memadai, panel pada atap dapat menghasilkan daya secara real-time hingga sekitar 300 watt. Meski belum mampu menjadi sumber tenaga utama untuk menggerakkan kendaraan, inovasi tersebut membuka kemungkinan baru. Atap mobil yang selama ini lebih banyak berfungsi memberikan pencahayaan dan kesan lapang kini dapat berubah menjadi permukaan aktif yang ikut menghasilkan listrik selama kendaraan berada di bawah sinar matahari.

Material Perovskite Membuat Panel Lebih Tipis dan Fleksibel

Hongqi mengambil pendekatan berbeda dengan tidak menggunakan panel crystalline silicon konvensional yang umum ditemukan pada sistem tenaga surya. Pabrikan memilih perovskite karena material tersebut memiliki karakter yang lebih ringan, tipis, serta fleksibel. Karakter itu sangat penting ketika panel harus mengikuti permukaan panoramic sunroof yang melengkung. Selain itu, perovskite mempunyai potensi tingkat konversi fotoelektrik yang tinggi dan dapat dikembangkan dalam berbagai warna. Biaya produksinya juga berpotensi lebih rendah apabila teknologi tersebut berhasil mencapai skala industri. Namun, keunggulan itu datang bersama tantangan teknis. Material perovskite cukup sensitif terhadap air, oksigen, serta paparan radiasi ultraviolet. Karena itu, tim riset Hongqi harus mengembangkan sistem perlindungan yang mampu menjaga performanya dalam berbagai kondisi. Integrasi panel pada kaca melengkung juga membutuhkan presisi tinggi agar fungsi panoramic roof tetap berjalan tanpa mengorbankan kemampuan panel dalam menangkap energi matahari.

Baca Juga : Dealer Honda Tebar Diskon Motor hingga Rp6,5 Juta, Berlaku sampai Akhir Agustus

Energi Matahari Bisa Membantu AC hingga Sentry Mode

Listrik yang dihasilkan Hongqi EHS7 sunroof tenaga surya belum dirancang untuk menggantikan baterai utama sebagai sumber tenaga penggerak kendaraan. Sebaliknya, energi tersebut diarahkan untuk membantu memasok kebutuhan perangkat bertegangan rendah. Hongqi menyebut energi dari atap dapat digunakan untuk mendukung sistem pendingin udara, refrigerator atau kulkas kendaraan, hingga sentry mode ketika mobil sedang diparkir. Pendekatan ini cukup menarik karena perangkat pendukung tetap mengonsumsi listrik meskipun kendaraan tidak bergerak. Jika sebagian kebutuhannya dapat dipenuhi melalui tenaga matahari, konsumsi energi dari baterai utama berpotensi berkurang. Dampaknya memang tidak langsung memberikan tambahan ratusan kilometer jarak tempuh. Namun, penghematan kecil yang terjadi secara rutin dapat membantu meningkatkan efisiensi kendaraan. Terlebih lagi, mobil yang sering diparkir di ruang terbuka memiliki kesempatan lebih besar untuk memanfaatkan panel sepanjang kondisi cuaca dan intensitas matahari mendukung produksi energi.

Hongqi Membidik Produksi Energi hingga 10 kWh Sehari

Ambisi Hongqi ternyata tidak berhenti pada panoramic sunroof. Perusahaan berencana memperluas penggunaan panel PV perovskite ke beberapa bagian bodi kendaraan, termasuk kap mesin. Semakin besar permukaan yang dapat menangkap cahaya matahari, semakin tinggi pula potensi energi yang dihasilkan. Dalam tahap pengembangan berikutnya, Hongqi menargetkan produksi listrik mencapai 10 kWh per hari. Berdasarkan perhitungan perusahaan, jumlah tersebut secara teoritis dapat memberikan tambahan jarak tempuh kendaraan listrik hingga sekitar 80 kilometer setiap hari. Hongqi bahkan memperkirakan jarak tersebut dapat memenuhi lebih dari 85 persen kebutuhan perjalanan harian sebagian pengguna kendaraan di China. Namun, angka 80 kilometer masih menjadi target pengembangan, bukan kemampuan prototipe EHS7 saat ini. Hasil nyata nantinya akan sangat bergantung pada luas panel, intensitas sinar matahari, efisiensi sistem, lokasi kendaraan, kondisi cuaca, serta konsumsi energi mobil ketika digunakan.

Baca Juga : Chery Siapkan Luxeed RX, SUV Listrik 586 HP dengan Sentuhan Mantan Desainer Ferrari

EHS7 Menjadi Laboratorium Berjalan untuk Teknologi Hongqi

Pemilihan EHS7 sebagai basis pengujian bukan tanpa alasan. SUV listrik lima penumpang tersebut menjadi salah satu kendaraan yang digunakan Hongqi untuk memperlihatkan perkembangan teknologi elektrifikasinya. Mobil ini memiliki panjang sekitar 4.925 mm, lebar 1.950 mm, dan tinggi 1.680 mm. Sementara itu, sistem penggeraknya mampu menghasilkan tenaga maksimum sekitar 253 kW atau setara 339 tenaga kuda. Berdasarkan standar WLTP, jarak tempuhnya dapat mencapai sekitar 475 kilometer dalam konfigurasi yang disebutkan perusahaan. Kehadiran panoramic roof bertenaga surya membuat EHS7 semakin menarik karena mobil tersebut tidak sekadar mengandalkan kapasitas baterai untuk mengejar efisiensi. Hongqi mulai melihat bagian fisik kendaraan sebagai komponen yang dapat membantu mengelola energi. Jika konsep ini berkembang, desain mobil listrik masa depan berpotensi berubah karena kap, atap, dan permukaan tertentu tidak lagi hanya memiliki fungsi aerodinamika maupun estetika.

Baterai Solid-State dan Pengisian Cepat Ikut Dikembangkan

Eksperimen panel surya menjadi salah satu bagian dari strategi teknologi yang lebih luas. Hongqi juga tengah menguji prototipe baterai solid-state dengan kepadatan energi sekitar 380 Wh/kg. Teknologi tersebut menarik perhatian industri karena baterai solid-state secara umum menawarkan potensi peningkatan kepadatan energi dan pengembangan aspek keselamatan dibandingkan teknologi baterai cair konvensional. Di sisi lain, generasi kendaraan listrik Hongqi berikutnya direncanakan membawa kemampuan pengisian daya yang jauh lebih cepat. Perusahaan menargetkan baterai dapat diisi dari 10 persen hingga 97 persen dalam waktu sekitar sembilan menit pada kondisi yang mendukung. Jika target tersebut berhasil diwujudkan secara komersial, pengguna akan memperoleh dua pendekatan efisiensi sekaligus. Pengisian utama dapat berlangsung lebih cepat, sementara panel PV membantu menghasilkan energi tambahan ketika mobil terkena sinar matahari. Kombinasi keduanya menunjukkan persaingan kendaraan listrik mulai bergerak melampaui sekadar kapasitas baterai dan tenaga motor.

Bodi Mobil Masa Depan Bisa Berubah Menjadi Pembangkit Listrik

Gagasan menjadikan permukaan kendaraan sebagai penghasil energi menawarkan gambaran menarik tentang evolusi mobil listrik. Selama ini, produsen biasanya meningkatkan jarak tempuh melalui baterai lebih besar, aerodinamika lebih baik, motor efisien, atau perangkat lunak pengelolaan energi. Hongqi mencoba menambahkan pendekatan lain dengan memanfaatkan area bodi yang terus terkena sinar matahari. Namun, teknologi ini masih menghadapi tantangan sebelum dapat diproduksi secara massal. Daya tahan panel, biaya produksi, efisiensi dalam kondisi cuaca berbeda, keamanan, serta kemampuan bertahan terhadap penggunaan kendaraan sehari-hari harus terbukti terlebih dahulu. Hongqi juga belum mengumumkan jadwal produksi massal teknologi tersebut. Meski demikian, Hongqi EHS7 sunroof tenaga surya memberikan gambaran bahwa sebuah mobil kelak tidak hanya menyimpan dan menggunakan energi. Permukaan kendaraan juga berpotensi ikut menghasilkan listrik yang dapat mengurangi ketergantungan pada baterai utama.

Post navigation

Previous: Ferrari Luce Widebody Tampil Lebih Buas, Sentuhan Digital Hidupkan DNA Supercar
Next: Geely EX2 Diperiksa Regulator China, Perbedaan Spesifikasi Jadi Sorotan

Related News

WTC Mangga Dua Tetap Jadi Surga Mobil dan Moge Bekas di Tengah Pasar Lesu
  • Events
  • Mobil

WTC Mangga Dua Tetap Jadi Surga Mobil dan Moge Bekas di Tengah Pasar Lesu

Delvin Manggala Posted on 2 days ago
Harga Mobil Listrik Oktober 2026 Berubah, BYD Sealion 7 Melonjak Rp250 Juta
  • Events
  • Mobil

Harga Mobil Listrik Oktober 2026 Berubah, BYD Sealion 7 Melonjak Rp250 Juta

Delvin Manggala Posted on 6 days ago
BYD Racco Mulai Tinggalkan Jepang, Pasar Setir Kanan Jadi Target Baru
  • Mobil
  • News

BYD Racco Mulai Tinggalkan Jepang, Pasar Setir Kanan Jadi Target Baru

Delvin Manggala Posted on 1 week ago

Recent Posts

  • Motor Listrik Makin Dilirik, Lebih Irit dan Nyaman untuk Harian
  • WTC Mangga Dua Tetap Jadi Surga Mobil dan Moge Bekas di Tengah Pasar Lesu
  • Motor Listrik Baterai Tanam Dinilai Praktis, Konsumen Pertimbangkan Biaya Jangka Panjang
  • Honda Rebel 500 2027 Makin Modern, E-Clutch Bikin Berkendara Lebih Praktis
  • Harga Mobil Listrik Oktober 2026 Berubah, BYD Sealion 7 Melonjak Rp250 Juta

Categories

  • Events
  • Mobil
  • Motor
  • News

Archive

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025

One moment, please...

Loader
Please wait while your request is being verified...

Copyright © Ranah Auto | All rights reserved. | MoreNews by AF themes.