Ranah Auto – Morris Garage atau MG mencatat sejarah baru dengan menembus satu juta unit penjualan kumulatif di Eropa dan Inggris. Capaian ini menjadikan MG sebagai merek otomotif China pertama yang meraih angka tersebut di kawasan yang dikenal sangat kompetitif. Meski memiliki akar sebagai merek legendaris asal Inggris, MG kini berada di bawah naungan SAIC Motor, raksasa otomotif asal China. Transformasi ini menunjukkan bagaimana kolaborasi lintas negara mampu menciptakan momentum baru di pasar global. Dalam satu dekade terakhir, MG perlahan membangun reputasi melalui strategi harga kompetitif dan pilihan produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen Eropa. Kini, angka satu juta unit menjadi simbol keberhasilan perjalanan panjang tersebut.
Pertumbuhan Konsisten Selama 11 Tahun
Sepanjang 2025, MG membukukan penjualan lebih dari 300.000 unit di Eropa dan Inggris, termasuk sekitar 85.000 unit di pasar Inggris saja. Angka ini meningkat hampir 30 persen dibanding tahun sebelumnya, sekaligus mempertahankan posisi MG sebagai merek otomotif China terlaris di Eropa selama 11 tahun berturut-turut. Dalam peringkat gabungan Eropa dan Inggris, MG berada di posisi ke-16 dan menjadi satu-satunya merek China yang menembus 20 besar. Pertumbuhan ini tidak terjadi secara instan. Pada 2021, penjualan MG masih berada di kisaran 50.000 unit. Namun, langkah strategis yang konsisten membawa merek ini menembus 100.000 unit pada 2022, lalu 200.000 unit pada 2023, hingga akhirnya melampaui satu juta unit secara kumulatif.
“Baca Juga : Fakta di Balik Kemampuan Mobil Listrik Chery Melalui Genangan Banjir“
Hybrid+ dan Listrik Jadi Penggerak Utama
Kontribusi terbesar datang dari lini Hybrid+ yang mencatat penjualan 137.000 unit sepanjang 2025, melonjak hingga 300 persen secara tahunan. Sementara itu, kendaraan listrik murni menyumbang sekitar 46.000 unit. Angka ini menunjukkan respons positif konsumen terhadap transisi energi di sektor otomotif. Di tengah regulasi ketat emisi karbon di Eropa, MG mampu menghadirkan pilihan kendaraan yang efisien dan terjangkau. Bahkan, pada semester pertama 2025, MG mencatat penjualan 153.000 unit dan untuk pertama kalinya melampaui Tesla dalam periode enam bulan tersebut. Pertumbuhan MG sebesar 18,6 persen juga melampaui tren pasar otomotif Eropa yang justru turun 0,9 persen. Data ini memperkuat posisi MG sebagai pemain yang patut diperhitungkan.
Inggris Jadi Pasar Terbesar
Sebagai tanah kelahirannya, Inggris tetap menjadi pasar terkuat MG dengan total penjualan lebih dari 370.000 unit secara kumulatif. Dari jumlah tersebut, lebih dari 100.000 unit merupakan kendaraan listrik murni. Selain Inggris, Italia, Spanyol, dan Perancis juga mencatat penjualan di atas 100.000 unit masing-masing. Pencapaian ini memperlihatkan penerimaan yang luas di berbagai negara dengan karakter pasar berbeda. Keberhasilan MG di Inggris memiliki nilai emosional tersendiri. Merek yang sempat meredup itu kini kembali dikenal luas, meski dengan dukungan teknologi dan investasi dari China. Kombinasi warisan sejarah dan inovasi modern tampaknya menjadi daya tarik yang sulit diabaikan oleh konsumen Eropa.
“Baca Juga : Suzuki Access 125: Sederhana dalam Teknologi, Maksimal dalam Fungsi“
Awal 2026 yang Tetap Positif
Memasuki Januari 2026, MG telah mengirimkan hampir 26.000 unit kendaraan di Eropa, naik sekitar 15 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Tren ini menunjukkan bahwa momentum pertumbuhan masih berlanjut. Di tengah kompetisi ketat dengan merek-merek mapan Eropa, Jepang, dan Amerika, MG mampu menjaga konsistensi distribusi dan strategi pemasaran. Keberhasilan ini juga mencerminkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan layanan purna jual yang semakin membaik. Pasar Eropa dikenal selektif, sehingga pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan validasi terhadap produk dan strategi MG. Dengan fondasi yang telah dibangun, tantangan berikutnya adalah mempertahankan posisi dan terus berinovasi.
Transformasi Merek yang Mengubah Persepsi
Perjalanan MG di Eropa bukan hanya soal penjualan, tetapi juga tentang perubahan persepsi. Dahulu, merek China kerap dipandang sebelah mata di pasar global. Kini, MG membuktikan bahwa kombinasi investasi, inovasi, dan pemahaman pasar dapat menghasilkan hasil nyata. Akuisisi oleh Nanjing Automobile pada 2005, lalu pengambilalihan oleh SAIC pada 2007, menjadi titik balik penting. Sejak saat itu, MG bertransformasi menjadi merek global dengan fokus pada kendaraan ramah lingkungan dan teknologi modern. Pencapaian satu juta unit di Eropa menjadi simbol bahwa industri otomotif China mampu bersaing di panggung internasional. Di tengah dinamika industri yang terus berubah, kisah MG memberi gambaran tentang bagaimana strategi jangka panjang dapat mengubah arah sebuah merek secara signifikan.
