Ranah Auto – Dunia drifting nasional kembali mendapat kejutan lewat aksi dua drifter kembar berusia 13 tahun, Alby Alvaro dan Athariz Fairell. Keduanya resmi naik kelas ke kategori PRO AM pada putaran kedua Kejurnas Passion Drift 2026 di Sirkuit Husein Sastranegara, Bandung. Meski masih sangat muda, kemampuan mereka mengendalikan mobil drift bertenaga besar sukses mencuri perhatian publik otomotif nasional. Selain tampil berani, kedua pembalap muda tersebut juga menunjukkan teknik berkendara yang matang dan penuh kontrol. Banyak penonton bahkan tidak menyangka usia mereka masih 13 tahun. Di tengah dunia motorsport yang penuh persaingan keras, kehadiran Alby dan Athariz memberi harapan baru bagi regenerasi pembalap Indonesia yang siap bersaing di level lebih tinggi pada masa depan.
Naik Kelas ke PRO AM Jadi Langkah Besar
Naiknya Alby dan Athariz ke kategori PRO AM menjadi pencapaian penting dalam perjalanan karier mereka. Kelas ini dikenal memiliki tingkat persaingan lebih tinggi karena diisi drifter dengan pengalaman dan kemampuan yang lebih matang. Meski demikian, kedua pembalap muda tersebut mampu tampil percaya diri di lintasan. Selain itu, keberanian mereka menghadapi tekanan kompetisi menjadi hal yang paling mencuri perhatian. Banyak pengamat drifting nasional melihat langkah ini sebagai bukti bahwa talenta muda Indonesia mulai berkembang lebih cepat dibanding generasi sebelumnya. Karena itu, perjalanan Alby dan Athariz kini mulai mendapat perhatian besar dari komunitas motorsport tanah air.
Baca Juga : Ferrari Luce Resmi Hadir, Babak Baru Mobil Listrik Ferrari Dimulai
Latihan Disiplin Jadi Kunci Kesuksesan
Di balik performa impresif mereka, ada proses latihan panjang yang dijalani secara disiplin sejak usia dini. Kedua drifter muda ini berada di bawah bimbingan Reindy Riupassa yang dikenal sebagai salah satu sosok penting di dunia drifting nasional. Selain mengasah teknik, latihan mereka juga fokus pada kontrol emosi dan konsistensi saat berada di lintasan. Dalam dunia drifting, kemampuan menjaga fokus sangat penting karena pembalap harus mengendalikan mobil dalam kecepatan tinggi sambil mempertahankan sudut drift secara presisi. Karena itu, pencapaian mereka di usia muda dianggap bukan sekadar keberuntungan, tetapi hasil kerja keras dan proses latihan yang serius.
Alby Tampil Agresif dengan BMW E90
Alby Alvaro tampil menggunakan BMW E90 yang dibekali mesin M54B30 hasil racikan bengkel BTX Concept. Karakter berkendara Alby dikenal agresif, tetapi tetap presisi saat memasuki tikungan. Gaya tersebut membuatnya berhasil meraih gelar Top Qualifier PRO AM di seri Bandung. Selain itu, Alby juga sukses mengamankan posisi kelima nasional pada putaran kedua Kejurnas Drift 2026. Banyak penonton kagum melihat bagaimana pembalap seusianya mampu mengendalikan mobil bertenaga besar dengan penuh percaya diri. Karena itu, nama Alby kini mulai dikenal luas sebagai salah satu calon bintang besar drifting Indonesia pada masa depan.
Baca Juga : QJMotor SRK 125 R1 Resmi Meluncur, Motor Sport 125 Cc dengan Winglet Agresif
Athariz Dominan dengan Mesin V8 Legendaris
Sementara itu, Athariz Fairell tampil bersama tim BRIDE IDN menggunakan BMW F22 bermesin V8 LS3. Mesin tersebut dikenal memiliki tenaga besar dan karakter liar di lintasan drift. Meski begitu, Athariz mampu mengendalikan mobilnya dengan sangat baik sepanjang kompetisi berlangsung. Hasilnya, ia sukses keluar sebagai Juara 1 di kelas PRO AM pada putaran kedua kejurnas kali ini. Selain menunjukkan teknik yang matang, Athariz juga tampil tenang di bawah tekanan persaingan. Banyak penonton menyebut penampilannya terlihat seperti drifter profesional yang sudah memiliki pengalaman panjang di dunia balap.
Regenerasi Drifting Indonesia Mulai Terlihat
Kehadiran Alby dan Athariz menjadi sinyal positif bagi masa depan drifting Indonesia. Selama ini, regenerasi pembalap muda sering menjadi tantangan dalam dunia motorsport nasional. Namun kini, muncul generasi baru yang mulai menunjukkan kemampuan luar biasa sejak usia belia. Selain memiliki bakat alami, kedua drifter muda ini juga tumbuh di lingkungan yang mendukung perkembangan mereka secara serius. Banyak pihak berharap kehadiran mereka bisa memotivasi anak muda lain untuk berani menekuni dunia balap secara profesional. Karena itu, perkembangan Alby dan Athariz dianggap penting untuk menjaga masa depan motorsport Indonesia tetap kompetitif.
Dunia Drift Tak Lagi Identik dengan Pembalap Senior
Dulu, drifting sering dianggap sebagai dunia balap yang didominasi pembalap senior dengan pengalaman panjang. Namun kini, situasinya mulai berubah. Kehadiran pembalap muda seperti Alby dan Athariz memperlihatkan bahwa usia bukan lagi batas untuk bersaing di lintasan. Selain itu, perkembangan simulasi balap dan akses latihan yang lebih baik membuat generasi muda bisa belajar lebih cepat dibanding sebelumnya. Banyak komunitas drifting juga mulai membuka ruang lebih luas bagi pembalap usia muda untuk berkembang. Karena itu, dunia drift nasional kini terasa lebih segar dengan hadirnya talenta-talenta baru yang penuh semangat dan keberanian.
Harapan Besar untuk Masa Depan Motorsport Indonesia
Kesuksesan Alby dan Athariz di Kejurnas Drift 2026 memberi harapan besar bagi perkembangan motorsport Indonesia. Banyak penggemar otomotif percaya kedua drifter muda ini memiliki potensi untuk bersaing hingga level internasional di masa depan. Selain kemampuan teknis, mental bertanding mereka juga terlihat cukup matang untuk usia 13 tahun. Dukungan tim, keluarga, dan mentor menjadi faktor penting yang membantu perkembangan mereka sejauh ini. Karena itu, perjalanan dua drifter kembar ini kini mulai diikuti banyak pencinta motorsport tanah air yang berharap Indonesia kembali melahirkan pembalap hebat di kancah dunia.
